RSS

KEHILANGANMU


Kehilanganmu
(Terinspirasi dari cover buku SMA Study, Love and Friendship)
Terdengar ada suara tangisan di toilet cewek SMA Satu Tiga, SMA di wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat. Sontak membuat 2 cewek cantik yang ada di dalam toilet tersebut terkejut. Mereka adalah Muna dan Intan siswi jurusan IPA 3.
Eh dirimu mendengar suara tangisan gak, Muna.?
Mereka berdua diam ternyata benar ada suara tangisan yang lama kelamaan semakin jelas terdengar. Mereka menduga-duga apakah gerangan dan darimana suara itu berasal.
Eh ya itu suara orang atau.... sambil memeluk erat kawan disampingnya.
Hmm emang ada ya hantu siang bolong gini . Emang hantunya gak kurang darah ya malam begadang siang pun ngeceng. Hehe sambil menggoda Intan yang semakin erat memeluk tangannya.
Eh Muna emang ada aturan apa kalau hantu gak boleh keluar siang bolong trus hantu ada darahnya, ngarang aja sih kamu. Sambil tertawa kecil.
Suara tangisan tersebut lama-lama tak terdengar lagi sehingga mereka kemudian melanjutkan bermake-up karena kapan pun dan dimana pun harus tetap cantik pastinya.
Tetap dengan rasa ragunya Intan menanyakan kembali. Tapi kan Muna dirimu dengar sendiri katanya mba cleaning servis tadi tu gak ada orang karena toiletnya baru saja dibersihkan ternyata kok ada suara orang nangis sih. Mereka saling menatap.
Dan tiba-tiba suara tangisan itu kembali terdengar namun suaranya agak samar. Jelas hal tersebut membuat bulu kuduk mereka berdiri.
Ya udah biar tidak membuat kita berprasangka yang tidak-tidak lebih baik kita periksa satu persatu toiletnya.
Ntar kalau ternyata benar ada muna? ...
Mereka akhirnya memeriksa satu persatu. Tak ada seorang pun, semua kosong tapi ada satu toilet yang belum di periksa yaitu toilet paling pojok. Konon katanya tidak ada yang berani menggunakan toilet tersebut karana dulu pernah ada kejadian yang mengerikan pernah terjadi di toilet pojok itu.
Kamu aja Muna yang periksa kesana, aku ogah ah. Seakan disambar gledek, pintu toilet tersebut pelan-pelan terbuka dan tiba-tiba... suara hening mencengkam. Ada sesosok perempuan dengan rambut panjang muncul dari balik pintu toilet tersebut.
Aaaa! teriak Muna dan Intan. Ternyata yang keluar adalah Sari sahabat mereka berdua, matanya terlihat bengkak. Eh ini aku Sari, ada apa sih tegang banget?. Dengan suara serak-serak basahnya. Mereka geram, Sariii kirain apa-apa, kok bisa sih kamu ada di toilet pojok ini, berani banget. Sari hanya bisa cengengesan. Tadi toiletnya lagi dibersihkan dan hanya toilet ini saja yang ada airnya, ya udah tidak ada pilihan lagi, kebelet banget sih. Intan dan Muna pun kompak memukuli sari. Maklum adrenalinnya sempat di uji. Berarti yang nangis itu loe ya Sar, aku kira tadi kuntilanak lagi nangisin kutilnya. Hehehe.
Hmm iya kawan aku yang nangis tadi, lagi galau habis. Sambil membasuh mukanya.
Emang ada apa , kamu patah hati ya? Oh gamak inaq* baru tahu Sari bisa patah hati. Sari  hanya bisa nyengir kayak kuda. Iyalah emang aku apa gak bisa patah hati, Sari juga manusia hehe, sambil menirukan gaya candil. Tiba-tiba raut muka Sari berubah. Aku bingung kawan, cowok yang aku sukai, hari ini akan meresmikan hubungannya dengan kekasihnya. Hatiku luluh lantah sehancur-hancurnya tapi mau gimana lagi aku tidak punya hak untuk menghentikannya. Mata yang sedari tadi sudah absen kembali lagi memproduksi air mata dan kali ini derasnya cetar membahana.
Setahuku kau dekat dengannya, aku pikir kalian berpacaran, sahut Muna.
Kami hanya sekedar sahabat tapi aku mencintainya namun dia tidak tahu tentang perasaanku ini. Sambil menyeka air matanya. Aku mencintainya, mencintainya apa adanya. Tak pernah terpikirkan akan hal ini, ternyata sakiiiiit banget ya, banget dan banget . Muna pun menepuk pundak Sari, seiring waktu kamu juga akan move on darinya dan lebih baik pernah mencintai daripada tidak pernah mencintai sama sekali.
Intan pun ikut nyeletuk. Yupz guys seperti petuah dari nenek ku hehe kok aku bawa nenekku segala ya. Beliau mengatakan jika seseorang pernah hadir dalam hidup kita dan menjadi bagian dari hidup kita tetapi atas dasar sebab tertentu dia terpaksa pergi, jangan terlalu sedih. Terimalah kenyataan itu dan sekurang-kurangnya dia pernah membahagiakan kita. Hahaha mereka tertawa sejadi-jadinya.... Hmm ternyata nenek Intan bijak juga ya gak lola kayak cucunya. Hehe mereka pun saling berpelukkan layaknya teletubies “berpelukaaan”. Sari masih dengan matanya yang berkaca-kaca, makasih ya Muna dan Intan, kalau gak ada kalian, aku pasti sudah galau gak ketulungan. Tapi alhamdulillah sesuatu ya. Hehe Intan menepuk keningnya, aduuuh ternyata sahabatku seorang artis Sarini! Sarini!.


  • Oh Gamak Inaq = Alamak dalam bahasa sasak Lombok

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FF (SALAH SIAPA...)


“Lu minum apa sih, dek?” Tanya Dina sambil menyerngitkan alisnya.
“Ini lho kak, gue kemarin baca artikel ternyata air embun tu bermanfaat sekali buat kita,” jawabnya singkat.
“Trus?”
Dengan penuh keyakinan ia menjelaskan ilmu yang baru ia dapatkan. “Air embun itu ternyata bisa menjadikan sel-sel tubuh lebih sehat, membuang racun dari dalam tubuh, bisa meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai serangan virus dan air embun juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit ginjal. Gitu, kak.”
“Trus?”
“Karena itu gue taruh satu gelas air di bawah pohon besar ini tadi malam. Paginya gue ambil deh,”
“Trus?” tanyanya lagi.
“Trus, trus mulu dari tadi, ya gue mau minumlah,” timpalnya kesal.
Sang kakak hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya. Sejak dulu sang adik sering melakukan kekonyolan-kekonyolan yang akhirnya membuatnya sering berlari ke ketiak bapak. Hanya sekedar menyembunyikan wajahnya yang memerah menahan malu.
“Lu beneran mau minum tu air?. Sambil melihat kearah gelas yang hampir setengah.
“Ya iyalah kak, Lu dari tadi nanya mulu deh,” gerutunya
Menahan ledakan ketawa yang sedari tadi berdesak-desakan dimulutnya.“Eh ya lu tahu gak kucing tetangga lewat tuh. Dan baru aja selesai ngencingin tu gelas, haha” ngacir kedalam rumah meninggalkan adiknya yang tak bergerak dengan muka pucatnya.
“Pecahkan saja gelasnya biar ramai sekalian,” balasnya lagi dari dalam rumah dengan ketawanya yang cetar membahana.

#SharingHappiness



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Flash Fiction ( PREMAN PENSIUN)


Ramadhan lalu....
Siang hari yang panaaaasss.
“Lo udah makan bro” tegur lelaki berbaju biru kepada temannya yang baru saja mendekat.
“Udah di toilet,” jawabnya asal.
“Lo makan di toilet bro, jijay amat sih lo” 
Mencoba membela diri “Gue gak makan kok, kan gue puasa” .
Memandang lama temannya, laki-laki berbaju biru tersenyum kecut. “Kok lama amat di toiletnya, ngapain aja coba?, banyak amat yang ditabung,” selidiknya lagi.
“Ah lu belum tahu aja, pas buka gue makannya dengan nasi dan mie, sahurnya lagi makan nasi dan mie, lah karbohidrat semua, seratnya manaaa. Lo tahu kan artinya apa. Itu sebabnya gue lama buat transfernya. Lumayan menambah tabungan, hehe”.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Flash Fiction ( Duniaku Berputar)

DUNIAKU BERPUTAR

“Aduhhhh, ada gempa ya?”,
“Gempa apanya, ngarang aja sih”, timpal kakaknya dengan alis sedikit keatas.
“ini beneran gempa”,... ngacir keluar kamar.
Tidak dihiraukannya sang kakak.
“Kaaaak, toloooong, “ sekeras mungkin berteriak dengan suasana yang semakin mencekam.
“ini ada apa sih, gempa lagi”. Gerutu sang kakak.
“Dunia ini berputar-putar,” tidaaaakkkk, sakiiiit. “ tiba-tiba suasana berubah menjadi dingin, membuat bulu kuduk sikakak berdiri seketika. Di malam hari dengan lampu yang padam dengan hanya ada mereka bertiga. Fatina, kakak dan keponakannya.
“Aaaahhhhh”, teriaknya menjadi-jadi.
“Kamu napa sih, jangan buat orang takut dech”.
“Vertigoku kambuh lagiiii. Obatnya manaaa?”. Matanya masih terpejam, takut melihat rumahnya yang berputar begitu cepat.

Bagi yang tahu tentang vertigo ntu, nih gue kasih linknya... biar nambah ilmu gitu.
http://penyakitvertigo.com/

Okelah kalau begitu. :)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepenggal Episode ( Hanya DIA)

Dia hanya Dia di mataku

Dia hanya Dia di hidupku
Semua terasa telah menghilang
Tanpa ada Dia dihidupku...


lagu yang indah by sammy tentang begitu hampanya hidup tanpa kehadiran sang kekasih. Aku yang telah hampa selama 2 tahun karena jauh dari-Nya. Dia mendekat dan aku? menjauh. aku begitu sombong sehingga kesombongan telah membutakan mata hati. tidak berperasaan lagi sehingga beraninya menjauhi Dia. Dia yang selalu ada ketika semua manusia pelan-pelan namun pasti mulai menjauh. "siapa yang ada bersamamu ketika kamu sedih", sesosok yang menyerupaiku menatapku dengan tajam. tidak ada rasa terima kasih, bayangan kedua tak mau kalah. 
"semua ini milik-Nya. ini... ini... dan ini". sambil menunjuk kesegala arah. panas rasanya, air mata tak bisa terbendung lagi. air bah siap memenuhi wajahku yang sudah tak secerah dulu.
sadar bahwa semua ini terjadi atas kesalahanku sendiri. tahun-tahun kemarin mengalihkan segala keburukan ini kepada-Nya. "Ini tidak adil buatku, aku benci seperti ini, aku benci semuanya". kata demi kata terlontar begitu mulus dari mulutku waktu itu. tak tahukah begitu inginnya Dia memeluk namun ternyata akulah yang tak ingin dipeluk. 

'Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepada-Nya daripada urat lehernya,' surah Qaf (50) ayat 16.

Begitu dekatnya Dia. Dia yang selalu menemani setiap hembusan napas ini. Aku telah berdosa. sangat berdosa. Selamanya aku tak akan bisa hidup tanpa-Nya. hidupku gersang, bagai rumah tanpa penghuni dan kini aku merinduka-Nya. sudah lupakan yang lalu. Merubah hidup ini lebih baik lagi dari ke hari. jangan sia-siakan waktu. Selama napas ini berhembus, takkan kubiarkan hidupku menjauh dari-Nya lagi. 

"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." surah Al-A'raf ayat 23.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RAYUAN RINDU


Semerbak aroma rindu yang kian lama merayu. Sesosok pria telah kembali dari perantauannya. Menatap indah kampung halamannya Kuta Lombok. Umar, dialah pria itu. Setelah sekian lama wajahnya tidak pernah ditempa oleh sedapnya matahari pantai seger Lombok.
“Segar rasanya kembali kesini,“ batin Umar.
Umar kemudian mengarungi tapak demi setapak jalan menuju pantai yang menjadi saksi bisu cintanya. Umar memilih berjalan kaki, rumahnya tak begitu jauh dari pantai, diseberang dekat dengan pantai Kuta Lombok. Umar memperkirakan antara Pantai Kuta dengan Pantai Seger hanya berjarak 2 km. Setiba didekat hotel Novotel, Umar berjalan menuju bukit disebelah kiri, dibalik bukit itulah Pantai Seger yang dia tuju.
Umar sangat merindukan suasana ini, dan tiba-tiba dia mengingat akan cintanya. “bagaimana ya kabar dia? aku tidak berani menanyakannya kepada orang tuaku padahal kami adalah keluarga, lebih tepatnya saudara sepupu. Tapi rasa maluku mengalahkan keberanianku,” gumam Umar. Kakinya kembali menelusuri jalan, melewati jembatan yang sangat indah terlebih lagi jika mengingat kenangannya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, ada sesosok bidadari yang berdiri tak jauh tepat didepannya dengan matanya yang hitam tapi ada pelangi tergambar dibola matanya.
“Assalamu’alaikum kak Umar.” sapa bidadari tersebut yang membuyarkan ketakjubannya.
“Ah wa’alaikumussalam”, jawabnya terbata-bata.
Dia si bidadari berwajah manis yang telah mengisi relung hati Umar selama ini. Benarkah dia, Nur yang dulu bertubuh mungil dengan rambut hitam indahnya, namun sekarang terlihat sangat berbeda. Umar mengukir senyum indahnya ketika melihat perbedaan pada diri Nur.
“Mau kemana pagi subuh begini Nur, sendirian lagi,” tanya Umar lagi.
Tak sepatah katapun terucap hanya jari telunjuknya mengarah kebalik bukit, ya jelas pasti dia ingin ke Pantai Seger. “Ya udah yuk bareng-bareng,” ajak Umar. Tak banyak yang berubah dari tempat ini, masih sama seperti yang dulu sebelum Umar meninggalkannya untuk menuntut ilmu ke Mesir 7 tahun yang lalu. Mereka berdua berjalan melewati jembatan yang pemandangan disekelilingnya membuat jiwa menjadi damai, kuasa Allah yang telah menciptakan alam seindah ini. Umar cekikikan mengingat kembali masa lalu, dulu sempat terpikirkan olehnya menamai jembatan ini jembatan cinta, yah dia membayangkan seperti sinetron-sinetron di televisi “Cintaku Nyangkut di Jembatan Cinta,” ceilah hihi. Tak diduga Nur ternyata memperhatikan tingkah konyol Umar, seraut wajahnya menggambarkan , kok ada ya ustadz seperti ini. Umar hanya malu dengan tingkahnya yang konyol tadi.
“Ternyata masih seperti yang dulu yah, “ katanya sambil tersenyum menatap lurus kedepan.
Nur tersenyum manis sekali, senyum yang membuat lesung pipinya semakin terlihat dalam, yang menyejukkan mata dan hati bila memandangnya. Gadis yang Umar cintai karena ketangguhannya serta kasih sayangnya kepada orang tua dan keluarga. Rasa itu bertambah lagi setelah lama tak bertemu terlebih lagi karena Umar mencintainya karena Allah, dia wanita solehah yang akan memberikan kebahagiaan disetiap kehidupan. insyaAllah.
Setelah menyebrangi jembatan, kemudian mereka menaiki bukit yang hijau nan indah. Dan ....
“Awas ranjau,“ teriak Nur kepada Umar.
            Umar pun kaget, dia lupa bahwa di bukit ini banyak sekali kerbau yang dibiarkan lepas mencari rumput dan pastinya dengan adanya kerbau-kerbau itu banyak sekali ranjau yang siap mengenai pasukan penjalan kaki. Dengan jurus bangau terbang Umar menghindar dari jebakan kerbauman, namun nasib berkata lain, kaki sayang kaki malang akhirnya ranjau “kerbau” itu tak bisa terhindarkan. Seketika itu pula “iyuuuh”, ucap Nur sambil menutup hidungnya.
Wajah Umar tak bisa menutupi rasa jijiknya tapi sudahlah sebagai tanda welcome karena telah lama tak bersua. “Tunggu ya tiang[1] bersihkan dulu “ suruh Umar sambil berlari kecil menuju rerumputan untuk membersihkan sandalnya.
Angin pantai yang menyejukkan indera penciuman dengan pantainya yang masih alami. Semua mata yang berkunjung akan dimanjakan dengan keindahan ciptaan-Nya yang tak ada duanya. Diseberang sana banyak yang sedang berselancar, menikmati ombak yang semakin memperlihatkan keelokkannya yang ganas. Sayang Umar tak seberani mereka dalam menaklukkan ombak namun dia ahli dalam snorkling.
Pantai Seger yang udaranya begitu segar persis seperti namanya ditambah lagi ada sesosok bidadari penyejuk hati semakin menambah nikmat hidup ini. Sesosok gadis disamping Umar kini sedang tersenyum. Umar teringat kembali mengapa dia sangat menyukainya bahkan sampai detik ini. Umur mereka terpaut sangatlah jauh. Umar kini telah menginjak 33 tahun, terakhir mereka bertemu ketika Nur masih berumur 14 tahun. Gadis mungil yang dengan tangguhnya dia mengayuh sepeda ontel milik Amaqnya. Amaq, dia biasa memanggil ayahnya dengan panggilan Amaq yang telah pingsan di sawah ketika bekerja. Tak ada yang seorangpun yang ada disawah saat itu, tak mau melihat Amaqnya kesakitan, dengan sekuat tenaganya dia membopong Amaqnya pulang.
Setelah sekian lama tak bersua, sepulang Umar dari Mesir, dia terlihat semakin dewasa di umurnya yang ke-21. Rasa itu kembali menyeruak didalam hati Umar, ya disini sambil menunjuk dadanya. “Apakah ini saatnya mengutarakan perasaanku. Umar bin Ahmad ternyata tak seberani Umar Bin Khattab, sahabat Nabi yang gagah berani dalam hal apapun khususnya memperjuangkan islam. Namun sekarang giliranmu Umar bin Ahmad dalam memperjuangkan cintamu,” pikir Umar pada dirinya sendiri. Kini dia ingin melamar Nur terlebih dahulu sebelum menemui orang tuanya. Dalam hati Umar berkata apakah Nur akan menerima atau menolak ya.
“Ah bodo amat yang penting dicoba dulu,” sambil tersenyum membayangkan apa yang terjadi selanjutnya. “Nur? tiang ingin...”
“Kak Umar tadi malam tiang sudah dilamar,”sambil menghela napas.
Kata-katanya membuat Umar diam dan memandangnya sejenak. “Dia sudah dilamar orang lain,” batin Umar terasa seperti ada yang memberontak, keinginannya untuk mempersunting Nur gagal. Umar berusaha tegar dan menyembunyikan kesedihannya. “Oh siapa orang yang beruntung itu?”
Nur membalas memandang dan Umar segera memalingkan muka ke arah depan, tak ingin dia mengetahui bahwa saat ini matanya telah basah.
“Dia anak Pak Siddik mantri, dia baru saja menyelesaikan studi kedokterannya, dan tadi malam bertemu dengan amaq membicarakan hal ini. Amaq minta waktu bebrapa hari untuk membuat keputusan ya atau tidak, Hmm”, desahnya.
“Seorang dokter?.” Calonnya adalah seorang dokter dan Nur juga seorang bidan. Cocoklah bila dibandingkan dengan aku, aku hanya seorang guru di madrasah kecil. ”Trus bagaimana denganmu, apakah kamu menyukainya lalu akan menerima lamarannya?.”
Nur masih menatap pantai didepannya, “Tiang tidak bisa berbuat apa-apa lagi kak karena sudah berapa laki-laki yang tiang tolak dan sekarang amaq yang akan mengambil keputusan.“
“Berarti jika Amaq setuju, kamu akan menikah?” Selidik Umar.
“Insya Allah,“ jawab Nur singkat.
Sunyi terasa walaupun di pantai begitu banyak orang sedang menikmati Pantai Seger, namun tidak dengan Umar.
“ Tiang harus pulang dan tiang ingin sendiri, “ kata Nur.
Kata-katanya mengisyaratkan Umar tak boleh menemaninya. Dia mengucap salam sambil berlalu dari hadapan. Umar memandangi pujaan hatinya, semakin jauh dan semakin jauh, terlihat jilbabnya yang lebar tertiup angin pantai. Umar merebahkan badannya kepasir, terlihat langit tak secerah biasanya akankah langit merasai juga bagaimana perasaan Umar saat ini, suara ombak semakin terdengar seakan melantunkan lagu, ya lagu kuta bali yang selama ini Umar nyanyikan.
/Sejak saat itu hatiku tak mampu/
/Membayangkan rasa di antara kita/
/Di pasir putih/
/Kau genggam jemari tanganku/
/Menatap mentari yang tenggelam/
/Semua berlalu dibalik hayalku/
/Kenangan indah berdua denganmu/
/Di Kuta Lombok/
/Kau peluk erat tubuhku/
/Di Kuta Lombok cinta kita/
/Bersemi dan entah kapan kembali/
/Mewangi dan tetap akan mewangi bersama rinduku walau kita jauh/
/Kasih, suatu saat di Kuta Lombok/.
Dipertigaan malam Umar terbangun, dia dengan kekusyukannya bersua dengan sang kekasih  sejati, kekasih yang selalu ada dimana hamba-Nya berada. Malam yang sunyi semakin menambah kekhusyukannya, tak terasa matanya mengalirkan butir-butir air.
Wahai Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Allah maha menyaksikan setiap pertemuaan.
Engkaulah Allah yang maha melihat . Tiada yang tersembunyi dimata-Mu Ya Allah. Engkau tahu setiap lirikan mata, dan niat dibalik lirikan. Engkau tahu apa yang ada dalam benak pikiran hamba-Mu.
Engkaulah Allah Yang Maha Mendengar segala sesuatu. Engkau Yang Maha Tahu orang-orang  yang terluka hatinya. Engkau Yang Maha Tahu setiap dusta yang terucap. Engkau  Maha Tahu setiap kebusukan hati kami.
Riya..., dibalik amal-amal kami.
Sombong... dan takaburnya diri kami.
Engkau Maha tahu setiap kedengkian yang ada dihati ini. Engkaulah Allah yang telah menciptakan dan menyempurnakan. Engkau Maha Tahu setiap maksiat yang terang terangan maupun yang tersembunyi. Saat ini kami dihargai bukan karena kemuliaan yang kami miliki. Kami dihargai karena Engkau masih menutupi kebusukan kami yang sebenarnya.
Andaikata Engkau berkehendak membeberkan. Maka tiada satupun yang dapat menghalangi
Wahai Allah yang menguasai jiwa
Engkaulah yang lebih Mengetahui bagaimana keadaan kami hamba-Mu
Ilahi Rabbi, hamba ingin memohon ridho-Mu
Lindungi hamba dari murka-Mu. Jika boleh hamba titipkan rasa cinta hamba pada Nur kepada-Mu, hamba terlalu lemah untuk menanggungnya. Hamba memohon ampunan-Mu, rahmat-Mu, cinta-Mu, dan ridha-Mu.
Rabbi... Jika dia jodoh hamba maka dekatkanlah ya Allah, tapi jika dia bukan jodohku maka bimbing hamba untuk menjadi orang yang sabar dan ikhlas menerima keputusan-Mu Aamiin.

Ditempat lain sang gadis pujaan hati juga sedang asyiknya bermunajat kepada Allah. Dia teringat akan kejadian sore tadi. Amaq dengan bersikeras tetap melanjutkan pertunangan, beliau lebih mempercayai si Amir yang mata keranjang itu. Bagaimana tidak, Amaq paling cepat terpengaruh orang lain apalagi Amaq sangat menghormati Pak Siddik ayah dari si playboy itu. Terjadi perbincangan antara Nur dengan Amaq.
“Aku gak mau dijodohkan dengan Ammir, Amaq.”
“Kenapa? Karena kamu melihatnya jalan bareng dengan seorang perempuan tadi sore.”
“Bukan hanya jalan biasa Amaq, tapi gandengan tangan, apa itu bukan namanya pacaran. Kami baru bertunangan saja, dia sudah berani gandeng perempuan lain, bagaimana jika sudah menikah nanti,” suaranya semakin dipertegas.
“Sudah sudah Amaq lebih percaya Ammir karena tadi dia langsung menemui Amaq untuk menjelaskan semuanya. Dan kamu Nur jangan pernah mempermalukannya lagi di banyak orang. Amaq kecewa dibuatmu,” amaq kemudian meninggalkan Nur seorang diri.
Tak terasa butiran halus dan hangat mengalir dipipinya, Nur menyemangati dirinya sendiri “aku harus belajar ikhlas jika semua tak sesuai dengan harapanku, Allah tak mungkin mengingkari janji-Nya. Aku ingat tausyiah kemarin, ustadzah membacakan surat Nur ayat 26 yang menerangkan bahwa wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).... Kurang lebih seperti itulah artinya dan aku masih sangat meyakini akan hal itu. Ya Allah hamba berserah diri kepada-Mu.”
Sudah 2 minggu setelah pertemuan mereka di Pantai Seger, tak pernah lagi mereka bertatap muka. Umar teringat akan doanya “aku berharap dia menjadi jodohku tapi jika saat ini Allah berhendak lain, aku harus ikhlas demi kebahagiaannya”. Umar termenung sendiri di berugak[2] rumahnya, semilir angin membuatnya mengantuk namun dia sedang menunggu teman-teman yang mengajaknya untuk snorkling di pantai seger.
“Assalamu’alaikum Ustadz dah lama menunggukah?” sapa Sofian, salah satu dari mereka yang menghampiri Umar.
“Wa’alaikumussalam, lumayanlah 3 jam, hehe bercanda-bercanda,” sahut Umar.
“Eh ngomong-ngomong, kamu sudah tahu belum Ustadz bahwa Amaq si Nur telah membatalkan pertunangan anaknya, soalnya.... Sambil berbisik takut terdengar orang. “Si laki-lakinya menghamili gadis lain, spektakuler kan gosipnya, hehehe,”  semua tertawa kecuali Umar.
“Eh ustadz, setahuku kamu menyukai Nur sejak dia masih bontot sampai saat kami-kami ini sudah menikah, kamu masih saja membujang demi menunggu Nur sikembang desa Kuta.” ledek Sofian. “Selagi ada kesempatan, cobalah kamu melamarnya tiada yang tahu siapa jodohmu nanti,” tambahnya lagi.
“Ayolah Umar jangan buang-buang waktu, ntar disambit orang lain lho,” yang lain menambahkan.
Umar merenungi setiap perkataan teman-temannya. “Akankah ini jalan-Mu ya Allah, akankah ini jawaban atas doa-doaku selama ini,” Umar bangkit kemudian bergegas kembali kerumahnya.
“Eh Ustadz mau kemana?
“Mau mengejar cintaku.” teriak Umar. Di rumah Umar sedang mempersiapkan diri untuk pergi kerumah Nur untuk menemui amaqnya, ya kalau ada bonus bisa sekalian bertemu dengan Nur. Cukup berjalan kaki hanya beberapa meter dari rumahnya akhirnya sampailah ia di rumah sang pujaan hati. Bagaikan tersengat listrik sekujur tubuhnya merasa ada getaran-getaran yang sangat hebat. “hmm bismillah,” ucapnya.
“Eh Nak Umar, tumben mampir kerumah. Jak kembe[3]?,” kata Amaq.
“Bismillahirrahmanirrahim, gini Amaq tujuan Tiang datang kesini mau bersilaturahmi dan ingin bertemu dengan amaq juga sih.”
“Ya ini kan, udah ketemu trus mau ada apa?” jawab Amaq.
“Aduh bagaimana ini, kok gak bisa dikeluarkan sih. Hmmm gini Amaq sejujurnya tiang menyukai Nur sejak dia masih kecil dan Tiang bermaksud untuk melamarnya.”
Amaq menatap tajam kearah Umar sehingga membuat Umar tak karuan, deg-degan atas jawaban Amaq. Amaq hanya tersenyum sambil mengucapkan “ selamat datang wahai anakku.” Lalu amaq bangkit dari tempat duduknya masuk kedalam dan Umar menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal “Tadi jawaban Amaq apa ya? Ya atau tidak, yes or no, aok ato ndek.”
Dan dibalik tirai muncul Nur dengan pakaiannya yang berwarna biru menambah keanggunannya. Nur duduk ditempat Amaqnya tadi, mereka berdua hanya menunduk tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.
“Eh ya dek, tadi tiang baru saja berbincang dengan Amaq, tiang mmm tiang udah melamar adek, tapi jujur bingung soalnya Amaq hanya menjawab “ selamat datang wahai anakku,” Umar mengusap keningnya.
Tiba-tiba Nur tersenyum lebar, hampir mau tertawa tapi hanya tertawa kecil.
“Kakak ini jauh-jauh sekolah di Mesir gak mengerti kata yang tersirat dari setiap omongan orang tua. Selamat datang wahai anakku berarti iya, saya perjelas lagi iya,”
Umar merasa ada suara kembang api meletup-letup di atas kepalanya, perasaanya yang sekarang bagai indahnya sungai nil dimalam hari. Rasa syukurnya kepada sang Maha Cinta, Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya, itu Pasti.
Di subuh hari, seperti biasa di bulan maret. Umar dan Nur beserta masyarakat Lombok Tengah bahkan ada juga yang berasal dari luar Lombok Tengah sudah menyibukkan diri di pantai seger, mereka berbondong-bondong mencari nyale si cacing laut yang berwarna warni yang konon adalah jelmaan Putri Mandalika, putri Kerajaan Lombok. Nur sendiri terlihat geli ketika memegang cacing-cacing tersebut. Namun mereka terlihat sangat bahagia mengikuti acara tradisi bau nyale.
“Eh ya dek Nur, kamu itu seperti Putri Mandalika yang cantik nan jelita sehingga banyak laki-laki yang ingin mempersunting menjadi istrinya,” kata Umar kepada Nur yang lagi fokus mencari nyale.
“Hmm tapi aku maunya seperti Fatimah putri baginda Rasulullah, putri mandalika kan akhirnya terjun dari bukit itu dan tak berapa lama setelah putri mandalika hanyut ditelan ombak tiba-tiba muncul binatang-binatang ini, emang mau ya tiang berubah jadi nyale”.
“Hahaha jika kamu terjun dari bukit itu, tiang akan berlari dan ikut terjun. Tiang akan selamatkan sang pujaan hati, kakak kan jago menyelam hihi,” goda Umar sehingga membuat Nur tersipu malu.
Umar memandangi Nur yang sedang asyik dengan nyalenya “Ya Allah Kau kabulkan doaku dan saat ini rindu akan dirinya yang telah merayuku sekian lama, insya Allah akan segera terbayar dengan sebuah pernikahan yang Engkau Ridhoi. Aamiin.


[1] Saya (bahasa sasak)
[2] Tempat duduk sederhana memiliki tiang dengan lantainya dari kayu tanpa pagar
[3] Mau Ngapain?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepenggal Episode ( Sahabat " FUNKIES")

FUNKIES
Kenangan yang sangat indah dan akan selalu indah disetiap ingatan. Selalu tersenyum jika mengingat peristiwa demi peristiwa yang kami alami bersama. Sedih, bahagia, gokil dan gilaaaa abisss deh. Yang dulu pendiam jadi mendadak cerewet, yang kocak menambah suasana. Intinya gue bahagia didalamnya. FUNKIES... entah darimana ide ini berasal tapi yang jelas didalamnya ada sekumpulan cewek-cewek cantik nan bahagia hehe yang selalu ada untuk sahabatnya. FUNKIES awalnya hanya terdiri dari 6 orang cewek jomblo. FUNKIES ---à Fatina, Ume, Nur, Kiki, Erna dan Sari... bertemu di satu kelas yang sama di SMA . Kelas X-2. Kelas yang super ribuuuuutt namun berprestasi hehe. *pamer. Seiring berjalannya waktu kami ttp bersama dalam kelas yang sama pula tapi eng ing eng kami menemukan 2 sahabat lagiiiii...
Ya udah deh gue kenalin satu persatu sahabat gue yang selalu mengisi hari-hari remajaku sampai saat ini pun mereka masih ada dan akan selalu ada.
1.       Mariani aja

“Yang Namanya Mar itu yang Lagi di peluk anaknya”
Mariani aja. Karena kami memiliki 2 sahabat yang bernama mariani. Ya udah gue kasih nama dengan nama mariani aja. Ini sahabat gue yang paling kalem, yah gak kalem-kalem amat sih. hehe. Dia terkenal dikalangan kami-kami sebagai cewek muklas alias muka memelas. Entah apa yang menjadi mantranya. Dengan mukanya itu, dia selalu saja terbebas dari panggilan guru untuk maju ke depan. Ahhh kalau temen-temen yang gak doyan maju, pasti bilang beruntungnyaaaa. Mar, panggilannya. Kini dia telah menikah dan memiliki satu anak yang tak kunjung tumbuh rambutnya, hehe...
Kenanganku bersamanya terlalu banyak karena aku berteman dengannya sejak kecil. Dia yang ada buatku di rumah maupun disekolah... yang selalu kita ingat adlah kami selalu bersama naik bemoooo karena kami berdua tidak bisaaaa naik motor. Hiks hiks selalu datangnya terakhir. Namun mengasyikkan.

2.      Mariani Santika

Si kecil Ria. Kecil-kecil tapi cabe rawittt. Kalau udah ada dia , hmmm rame dah soalnya ada aja yang dia ceritakan. Dia hadir diantara kami FUNKIES, ketika kami sudah beranjak kelas XI. Walaupun begitu, kami serasa sudah sangat dekat. Dia yang selalu menceritakan bagaimana mantan-mantannya, bagaimana suaminya yang super sibuk tapi tetap dengan perhatiannya. Ria yang menurutku mengerti bagaimana perasaanku mengenai laki-laki, mungkin karena dia dah sangat pengalaman kali ya. Hehe. Ria yang saat ini menjadi ibu rumah tangga dengan anaknya yang tak kunjung gede. Ya namanya aja buah jatuh gak jauh dari pohonnya. Ibunya kecil ya kemungkinan anaknya juga kecil hehe...
Kenanganku dengannya yang paling membekas adalah aku menginap dikostnya dan seharian penuhhh curhat sampai larut malam. Kalau dua sahabat kumpul, kerjaannya hanya curhat dan curhat.

3.      Ernawati

Ahhhh, Erna lo mendahului gue. Tapi selamat yah menempuh hidup baru. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah ya... aaamiin. Erna yang dari dulu selalu mandiri menurut gue, dia yang sangat disiplin namun juga sering melanggar juga sih hehe. Tapi gue salut ma lo erna, lo sangat sangat berjuang keras sampai lo bisa sampai saat ini....
Aku yang dulu sangat malas mencatat di sekolah. Lebih sering mendengarkan dulu sang guru menjelaskan kemudian minjam buku catatan temen deh. Dan yang menjadi langgananku adalah si erna ini karena catatannya lebih lengkap dari yang lain. Thank tou Erna.

4.      NurHikmah

Ibu rumah tangga satu ini selalu memberikan inspirasi buatku dalam hal menjalani kehidupan rumah tangga. Gue salut ma dia. Ibu dari 2 anak ini, tami dan naufal adalah sahabatku yang paling cantik hehe. Dia yang selalu terlihat bahagia walaupun sebenarnya dipundaknya begitu banyak masalah. Nur adalah cahaya, dan dia membuktikanya sebagai cahaya bagi anak-anaknya. Nur itu menurutku selalu kocak. Yang paling aku ingat adalah dia ceritain kehidupannya yang sedih tapi kita malah ketawa . napa begitu, dianya sih ceritanya sambil ngelawak. Dia sahabat yang sangat mengerti perasaanku. Terlalu banyak kenanganku dengannya sehingga tak bisa kusebutkan satu persatu.

5.      Rizky Sulistya

Kikiiii, gue rindu curhatan2 lo. Ibu rumah tangga yang super duper sibuk. Ah kalo ngomongin kiki gak akan habis-habisnya. Kiki yang penuh dengan drama-drama percintaannya. Menangis seharian tapi move onnya cepat. Satu hilang tumbuh seribu. Itulah kiki. Putus ma pacarnya, besoknya pacaran dengan yang lain. Ya gue akuilah dia cantik. Selain cantik, dia sangat sangat ramah atau mungkin kelebihan ramah.  Dari dulu, teman-eman memanggilnya poteng, poteng sama dengan tape singkong. Wajar rumahnya tu wilayah produsen poteng... but dia bukan pabrik poteng. Hehe
Kenangan dengannya adlah gue selalu malakin pacarnya... hahaha

6.      Sari Rahmawati

Bidan cantik yang sangat ramah dan selalu ketawa. Entah gak lucu aja dia ketawa. Sari yang selalu membawa alat make-upnya agar mukanya selalu kinclong. Dia yang dulu tak satu kelas karena dia memilih kelas IPS tapi kami selalu berkumpul dikantin. Dia yang saat ini jarang banget gue hubungi. Maafkan gue karena gue gak tau nomor contact loe... but gue selalu sayang ma loe.

7.      Citra

Citraaa, maafkan gue yang telah salah kepadamu. *eh ada apa dengan fatina dan citra. Gak ada apa-apa kok, gue cuman rindu dengannya. Kesibukannya menjadi ibu rumah tangga yang selalu ditemani oleh dua bocahnya, yara dan oki... gimana kabar keduanya. Kita jarang kumpul skarang. Gue kangen. Kita yang dulu hanya kenal saja namun seiring waktu menjadi sahabat dekat malah seperti saudara. Dia yang sekarang semakin dewasa dalam menjalani kehidupan memberikanku inspirasi dan pembelajaran bahwa semua harus disyukuri apapun itu, bahagia atau pedih sekalipun... Cit, gue kangen masa-masa kita duduk bareng di kelas, sama-sama ngerjain soal dan sama-sama selalu dicurigai karena nilai matematika kita sama. Ah jadi kangen pak Haris.

8.      Gue sendiri
Gue yang jombo sendiri nih but dont worry be happy. Jodoh akan segera bertamu. Gue kangen masa-masa bersama kalian sahabat-sahabatku. Maafkan jika gue terlalu diam, gak banyak cerita, rada terlihat cuek tapi gue sayang kalian. Kalian lebih dari sahabat, saudari-saudariku, gue harap kita akan selalu menjadi sahabat apapun yang terjadi. Tiada yang bisa memisahkan kita kecuali kematian itu sendiri. terima kasih karena telah menjadi sahabat terbaikku, yang menerima masing-masing diantara kita dengan apa adanya. Gue selalu ingat setiap kenangan yang telah kita ukir bersama. Mengerjakan PR bersama, kumpul-kumpul dengan pacar dan saya selalu menjadi obat nyamuk alias selalu membawa diri sendiri kalau kumpul tapi itu mengasyikkan karena makananna buat gue semuaaa. Haghaghag.. *Ketawa penuh kepuasan. Maafkan jika tulisan ini ada yang salah apalagi gak karuan, udah gue dan aku, yang penting gue ceritalah. GUE Kangen Kalian... itu saja. GUE SAYANG KALIAN... SAYANG KARENA ALLAH. Terima kasih lagi karena telah mengukir senyum di bibir ini...




Untukmu sahabatku


biarkan saja kekasihmu pergi
teruskan saja mimpi yang kau tunda
kita temukan tempat yang layak
sahabatku

kupercaya kan langkah bersamamu
tak kuragukan berbagi dengan mu
kita temukan
tempat yang layak sahabatku

kita mencari
jati diri
teman lautan mimpi

aku bernyanyi untuk sahabat
aku berbagi untuk sahabat
kita bisa jika bersama
kita berbagi untuk sahabat
kita bernyanyi untuk sahabat
kita bisa jika bersama

tiba waktunya
kita untuk berbagi
untuk saling memberi

By Audy 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS