RSS

KEHILANGANMU


Kehilanganmu
(Terinspirasi dari cover buku SMA Study, Love and Friendship)
Terdengar ada suara tangisan di toilet cewek SMA Satu Tiga, SMA di wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat. Sontak membuat 2 cewek cantik yang ada di dalam toilet tersebut terkejut. Mereka adalah Muna dan Intan siswi jurusan IPA 3.
Eh dirimu mendengar suara tangisan gak, Muna.?
Mereka berdua diam ternyata benar ada suara tangisan yang lama kelamaan semakin jelas terdengar. Mereka menduga-duga apakah gerangan dan darimana suara itu berasal.
Eh ya itu suara orang atau.... sambil memeluk erat kawan disampingnya.
Hmm emang ada ya hantu siang bolong gini . Emang hantunya gak kurang darah ya malam begadang siang pun ngeceng. Hehe sambil menggoda Intan yang semakin erat memeluk tangannya.
Eh Muna emang ada aturan apa kalau hantu gak boleh keluar siang bolong trus hantu ada darahnya, ngarang aja sih kamu. Sambil tertawa kecil.
Suara tangisan tersebut lama-lama tak terdengar lagi sehingga mereka kemudian melanjutkan bermake-up karena kapan pun dan dimana pun harus tetap cantik pastinya.
Tetap dengan rasa ragunya Intan menanyakan kembali. Tapi kan Muna dirimu dengar sendiri katanya mba cleaning servis tadi tu gak ada orang karena toiletnya baru saja dibersihkan ternyata kok ada suara orang nangis sih. Mereka saling menatap.
Dan tiba-tiba suara tangisan itu kembali terdengar namun suaranya agak samar. Jelas hal tersebut membuat bulu kuduk mereka berdiri.
Ya udah biar tidak membuat kita berprasangka yang tidak-tidak lebih baik kita periksa satu persatu toiletnya.
Ntar kalau ternyata benar ada muna? ...
Mereka akhirnya memeriksa satu persatu. Tak ada seorang pun, semua kosong tapi ada satu toilet yang belum di periksa yaitu toilet paling pojok. Konon katanya tidak ada yang berani menggunakan toilet tersebut karana dulu pernah ada kejadian yang mengerikan pernah terjadi di toilet pojok itu.
Kamu aja Muna yang periksa kesana, aku ogah ah. Seakan disambar gledek, pintu toilet tersebut pelan-pelan terbuka dan tiba-tiba... suara hening mencengkam. Ada sesosok perempuan dengan rambut panjang muncul dari balik pintu toilet tersebut.
Aaaa! teriak Muna dan Intan. Ternyata yang keluar adalah Sari sahabat mereka berdua, matanya terlihat bengkak. Eh ini aku Sari, ada apa sih tegang banget?. Dengan suara serak-serak basahnya. Mereka geram, Sariii kirain apa-apa, kok bisa sih kamu ada di toilet pojok ini, berani banget. Sari hanya bisa cengengesan. Tadi toiletnya lagi dibersihkan dan hanya toilet ini saja yang ada airnya, ya udah tidak ada pilihan lagi, kebelet banget sih. Intan dan Muna pun kompak memukuli sari. Maklum adrenalinnya sempat di uji. Berarti yang nangis itu loe ya Sar, aku kira tadi kuntilanak lagi nangisin kutilnya. Hehehe.
Hmm iya kawan aku yang nangis tadi, lagi galau habis. Sambil membasuh mukanya.
Emang ada apa , kamu patah hati ya? Oh gamak inaq* baru tahu Sari bisa patah hati. Sari  hanya bisa nyengir kayak kuda. Iyalah emang aku apa gak bisa patah hati, Sari juga manusia hehe, sambil menirukan gaya candil. Tiba-tiba raut muka Sari berubah. Aku bingung kawan, cowok yang aku sukai, hari ini akan meresmikan hubungannya dengan kekasihnya. Hatiku luluh lantah sehancur-hancurnya tapi mau gimana lagi aku tidak punya hak untuk menghentikannya. Mata yang sedari tadi sudah absen kembali lagi memproduksi air mata dan kali ini derasnya cetar membahana.
Setahuku kau dekat dengannya, aku pikir kalian berpacaran, sahut Muna.
Kami hanya sekedar sahabat tapi aku mencintainya namun dia tidak tahu tentang perasaanku ini. Sambil menyeka air matanya. Aku mencintainya, mencintainya apa adanya. Tak pernah terpikirkan akan hal ini, ternyata sakiiiiit banget ya, banget dan banget . Muna pun menepuk pundak Sari, seiring waktu kamu juga akan move on darinya dan lebih baik pernah mencintai daripada tidak pernah mencintai sama sekali.
Intan pun ikut nyeletuk. Yupz guys seperti petuah dari nenek ku hehe kok aku bawa nenekku segala ya. Beliau mengatakan jika seseorang pernah hadir dalam hidup kita dan menjadi bagian dari hidup kita tetapi atas dasar sebab tertentu dia terpaksa pergi, jangan terlalu sedih. Terimalah kenyataan itu dan sekurang-kurangnya dia pernah membahagiakan kita. Hahaha mereka tertawa sejadi-jadinya.... Hmm ternyata nenek Intan bijak juga ya gak lola kayak cucunya. Hehe mereka pun saling berpelukkan layaknya teletubies “berpelukaaan”. Sari masih dengan matanya yang berkaca-kaca, makasih ya Muna dan Intan, kalau gak ada kalian, aku pasti sudah galau gak ketulungan. Tapi alhamdulillah sesuatu ya. Hehe Intan menepuk keningnya, aduuuh ternyata sahabatku seorang artis Sarini! Sarini!.


  • Oh Gamak Inaq = Alamak dalam bahasa sasak Lombok

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: