"Bawalah Pergi Cintaku "
Akhirnya ini terjadi lagi. aku dihadapkan oleh pilihan yang sama. Kembali untuk tidak dengannya atau dengannya. itu bukan masalah perasaanku tapi juga perasaan dengan yang lain.cukup sudaaaahh , batinku berteriak.
aku ingin bersamanya tapi dia bukan lagi untukku.
teringat apa yang menjadi kenangan, telah membuatku menjadi perempuan egois yang ingin menjadikan dirinya satu-satunya perempuan dalam hidupnya.
"aku selalu mencintaimu walaupun kamu bukan yang pertama lagi" sambil menatap lekat dikedua mataku.
Ah segampang itukah. Mencintainya karena Allah dan rela untuk menjadi yang kedua. Tapi ternyata aku tak sekuat perkiraanku. Terlalu rapuh dikala kejadian itu.
"Tak sadarkah. Kamu telah menyakitiku dengan sangat halus. Aku harap kamu mendapatkan pasangan yang lebih baik. itu harapanku dek". Tulisan demi tulisan dikirimkannya melalui sms. cukup membuatku kaget terlebih karena yang pertama telah menghubungi. Kutatap laki-laki yang telah mengisi relung hatiku sekian lama. Perpisahan yang telah membuatku sakit sampai saat ini. Pilihan yang membuatku harus memilih. Memilih dia atau orang tua.
Aku yang sedari tadi telah basah, basah oleh air mata kepedihan yang bertahun-tahun tersimpan. Bodohnya. Salahkah aku mencintainya sampai saat ini. Tidak ada yang salah dengan cinta, hanya yang salah adalah pelaku cinta.
Hmmm hhhh... kuhirup sedalam-dalamnya dan hembuskan sekuat-kuatnya. Bismillah, dengan kekuatan hati.
" Aku bukan untukmu, maaf". Kutinggalkan cinta ini bersamanya, kutitipkan cinta ini ditempat ini. tempat dimana begitu banyak kenangan. dia tetap dengan diamnya. tak ingin memaksakan apapun pilihanku. Dia telah memilih dari awal.
jarak telah membentang. Air mata kesedihan dan kebahagiaan bercampur. kepedihan karena cintaku yang begitu lama mengendap telah pergi untuk selamanya. Bahagia telah memberikan kembali kebahagiaan wanita lain yang telah direnggut kebahagiaannya oleh keegoisan.
Kukembalikan kekasih halalmu. Siap mencari kekasihku. kekasih yang masih disimpan erat rahasianya oleh sang Maha Cinta.
berjalan mengarungi Mataram yang panas dengan headset terpasang. alunan lagu mengalir dengan indahnya.
Sumpah tak ada lagiKesempatan untuk kuBisa bersamamuKini ku tauBagaimana cara kuUntuk dapat trus denganmu
Bawalah pergi cintakuPada ke mana pun kau mauJadikan temanmuTemanmu paling kau cintaDi sini ku pun begituTrus cintaimu di hidupkuDi dalam hatikuSampai waktu yang pertemukanKita nanti...
* gak ngerti jalan ceritanya karena menulisnya dalam keadaan ngantuk... hehe
* proses belajar....







0 komentar:
Posting Komentar