Bismillahirrahmanirrahim
Kemarin tanggal 14 Januari 2014 tepat tanggal 12 Rabi'ul awal dalam kalender hijriah, teringat bahwa tanggal 12 Rabi'ul awal itu adalah tanggal dimana hari lahirnya seorang yang sangat berjasa dalam hidup manusia yakni kekasih Allah Nabi Muhammad SAW. Selawat serta salam untukmu ya Rasulullah. Teringat kembali perjuangan beliau sampai detik2 terakhir beliau di dunia, membuatku meneteskan air mata.
" Detik-detik perpisahan kekasih umat Muhammad SAW"
Pagi itu Rasulullah dengan suara terbata-bata berkhutbah, " wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya, maka taat dan bertakwalah kepada-Nya, kuwariskan dua perkara kepada kalian, Al-qur'an dan sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersamaku".
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas panjang. Ali menundukkan kepala.
Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, " Rasulullah akan meninggalkan kita semua" keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampir selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat, Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Didalamnya Rasul terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam, " bolehkah saya masuk? " tanyanya.
Fatimah tak mengijinkan masuk. " Maafkan ayahku sedang demam".
Ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya, " siapakah itu wahai anakku". " tak tahu ayahku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut.
Rasul menatap putrinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya hendak dikenangnya.
" ketahuilah, Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan didunia, Dialah malaikat maut " kata Rasullulah. Fatimah pun tidak bisa menahan tangisannya.
Ketika malaikat maut datang mendekat, rasul menanyakan kenapa jibril tidak menyertainya. kemudian dipanggillah jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah ini.
" Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah" tanya rasul dengan suara yang teramat lemah.
" Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu, semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu" kata jibril. Ternyata itu tidak membuat rasul lega. matanya masih penuh gambaran kecemasan.
" Engkau tidak senang mendengar kabar ini ? tanya jibril.
" Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
" jangan khawatir ya rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, Kuharamkan surga bagi siapa sja kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya" kata jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugasnya. perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak sekujur tubuh rasul peluh, urat-urat lehernya menegang. " Jibril betapa sakit sakaratul maut ini: rasulullah mengaduh lirih. Fatimah terpejam, Ali berada disampingnya menunduk semakin dalam. Jibril memalingkan muka.
" Jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu jibril?" tanya rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
" Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal " kata jibril. Kemudian terdengar rasulullah memekik karena sakit yang tidak tertahankan. " Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpahkan saja semua siksa maut ini kepadaku jangan pada umatku".
Badan rasul mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, " Uushikum bisshalati, wa maa malakat aymanukum", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu".
Diluar pintu tangispun mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan, Fatimah menutupkan tangan diwajahnya. Dan Ali kembali mendekatkan telinganya dibibir rasul yang mulai kebiruan. " Ummati...Ummatii.. ummatii..."
Berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
"Allahumma sholli 'ala Muhammad wa Baarik wa salim 'alaihi... Mari kita berselawat untuknya.







0 komentar:
Posting Komentar